Cerita Laki-laki Sakti dari Mekongga – Berita Kota Kendari
Feature

Cerita Laki-laki Sakti dari Mekongga

* Film Larumbalangi yang Akan Dilaunching pada HUT Kolaka 2015

Moment Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kolaka ke 55 tahun pada tanggal 28 Februari 2015 mendatang, akan digunakan untuk menglounching film Larumbalangi. Film ini diambil dari cerita rakyat masyarakat Mekongga yang menceritakan kehadiran seorang laki-laki sakti dari langit menaiki sarung sakti dan memakai keris sakti, lalu menyelamatkan warga Mekongga dari serangka burung kongga.
—————————————————-

“Film Larumbalangi yang diproduksi bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kolaka, akan di lounching pada HUT kabupaten Kolaka dan pertemuan raja-raja se Nusantara yang akan dilaksanakan pada bulan Maret,” kata Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kolaka, Hasmito Dahlan, Senin (26/1).

Menurut Hasmito, film Larumbalangi berdurasi 45 menit yang dibintangi artis Jakarta selaku pemeran utama wanita yakni Ras Floren dan pemeran tono motuo Pid Pagau, serta pemeran dari pemuda dan pemudi Kolaka, pada awal pembuatannya sudah selesai tapi ditolak oleh mereka karena tidak sesuai dengan cerita sebenarnya. Dimana dalam film itu dikisahkan Larumbalangi datang ke bumi Mekongga menggunakan perahu. Sementara cerita sebenarnya dari penuturan tetua Larumbalangi datang dari langit menggunakan sarung.

“Awalnya disodorkan film sudah jadi, tapi ketika ditonton tidak sesuai dengan ceritanya dan pasti di protes, karena Larumbalangi datang dari laut. Kalau memang dia datang dari laut harus ada bukti itentiknya, tapi cerita yang benar datang dari langit dan memiliki bukti itentik berupa sarung,” kata mantan Camat Wundulako ini.

Selain itu, dalam film itu yang menjadi umpan adalah kambing, sementara yang benar adalah kerbau. Atas dasar itulah film Larumbalangi kembali dibuat ulang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. Hasilnya sudah sesuai dengan cerita dan siap di lonching. Pembuatan film Larumbalangi mengambil lokasi di Gunung Kolumba Balandete tempat awal turunnya Larumbalangi, makam Sangia Nibandera di Tikonu, bendungan Silea dan padang di Kelurahan Puundoho.

Hasmito mengungkapkan, pihaknya akan mendukung lagi pembuatan film-film yang bertemakan kerajaan Mekongga. Untuk itu, mereka akan melihat terlebih dahulu bagaimana respon masyarakat setelah menyaksikan film Larumbalangi. Jika respon masyarakat sangat positif, tidak menuntut kemungkinan akan muncul film-film lainnya. Selain itu, dinas parisiwata juga sementara menyelesaikan lagu-lagu daerah Mekongga yang akan di lounching pada tahun 2015 ini.

Sekedar diketahui, cerita tentang kedatangan Larumbalangi ke bumi Mekongga berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, bermula pada saat masyarakat yang mendiami womua sorume atau disebut juga wonua Mekongga, dilanda ketakutan dengan kehadiran elang besar (Kongga) yang bukan hanya memangsa binatang warga, tapi warga itu sendiri. Saat dilanda ketakutan, terjadi peristiwa ajaib dengan kedatangan seorang laki-laki dari langit menaiki sarung sakti dan memakai keris sakti yang mengaku Larumbalangi atau masyarakat menyebutnya To Manuru atau Sangia Ndudu artinya orang yang turun dari langit.

Mengetahui kesaktiannya, masyarakat mendatangi Larumbalangi di Kolumba untuk meminta bantuannya dan disanggupinya dengan meminta masyarakat menyiapkan bambu runcing (o sungga) yang disiapkan ditengah padang dan kemudian ditengahnya berdiri seorang Tamalaki bernama Tasahea sebagai umpan. Adapun markas burung Kongga di puncak gunung osumbegolua dan gua watuwula (gunung batu emas) di kelurahan Silea. Strategi Larumbalangi berhasil dan burung Kongga berhasil dibunuh.

Berdasarkan cerita masyarakat Mekongga, tanah yang dikenai ceceran darah burung Kongga langsung berubah warna merah, begitupun sungai Sabilambo yang sampai hari ini merah akibat darah burung Kongga. Atas keberhasilan membunuh burung Kongga dan menghilangkan wabah akibat bangkai burung garuda, masyarakat kemudian mengangkat Larumbalangi sebagai Raja Mekongga, apalagi masyarakat kembali hidup dalam kondisi aman dan damai. (k4/b/lex)

Click to comment
To Top