Astaghfirullah.. Anggota Dewan dan Dua Komisioner KPU Ditangkap Berjudi – Berita Kota Kendari
Headline

Astaghfirullah.. Anggota Dewan dan Dua Komisioner KPU Ditangkap Berjudi

* Ketua KPU Dilepas karena Tidak Ikut Bermain
* KPU Sultra Menunggu Laporan Resmi, Segera Bentuk Tim

KENDARI, BKK – Tiga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton La Rusuli, Sarmuddin dan Muhammad Wahyuddin Sattar dicokok satuan reserse kriminal (reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Baubau saat sedang asyik main judi song di salah satu rumah warga di Kelurahan Lipu Kecamatan Beteoambari, Minggu (25/1) malam pukul 21.00 Wita.

Ilustrasi

Ilustrasi

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatullah, Senin (26/1). Menurut Dayat sapaan akrab Hidayatullah, informasi ini diperoleh dari staf KPU setempat bahwa tiga komisionernya ditangkap.

Dayat mengatakan, informasi yang diperolehnya menyebutkan, sebut dia, ada tiga orang komisioner yang diringkus polisi. Salah satunya adalah Ketua KPU Buton La Rusuli. Ketiganya sempat digelandang ke Mapolres Baubau untuk dimintai keterangan. Hanya saja, La Rusuli dibebaskan karena tidak ikut serta dalam perjudian.

“Informasi yang saya dapatkan Sarmuddin dan Wahyuddin yang ditangkap karena main judi,” aku Hidayatullah saat dikonfirmasi, Senin (26/1).

Selain tiga anggota KPU, di tempat yang sama ikut diciduk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton berisial Lhjr dari Partai Golongan Karya (Golkar). Dua orang lainnya, hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Saya akan minta laporan resmi dari KPU Buton dan Baubau,” ujarnya.

Hidayatullah menambahkan, KPU menghargai proses hukum dan akan membentuk tim tentang kebenaran informasi ini. Perkembangan selanjutnya, tambah Dayat, meminta kepada staf dan KPU Baubau untuk melaporkan kejadian tersebut. Jika dua komisioner itu terbukti, pihaknya tidak segan memberhentikannya.

“Jika sudah masuk masa sidang, maka kita akan nonaktifkan sementara. Jika sudah inkrah maka akan ada keputusan dari kami,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Baubau Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sendi Antoni melalui telepon selulernya, tidak bersedia menyebutkan nama dan inisial pelaku yang berhasil ditangkap.

Ia mengaku, hanya bisa mengungkapkan kronologis kejadian tersebut. Proses penangkapan keenamnya, beber dia, terjadi Minggu malam (25/1) saat pihaknya menggelar operasi cipta kondisi dan menemukan enam orang sedang asyik main judi di gode-gode (tempat duduk) di Kelurahan Lipu Kecamatan Beteoambari pada pukul 21.00 Wita.

“Kami menangkap enam orang, tapi ternyata satunya tidak ikut main judi sehingga dibebaskan. Satu di antaranya adalah perempuan,” kata Sendi tanpa mengungkapkan nama pelaku judi yang ditangkap.

Di tempat kejadian perkara (TKP), beber dia, diamankan barang bukti uang sebanyak Rp 350.000 dan kartu remi.

Saat ini, lanjut Sendi, pihaknya sudah mengambil berita acara pemeriksaan (BAP) keenam yang ditangkap. Hasil pemeriksaan, lima orang terbukti main judi langsung dijebloskan dalam sel Mapolres Baubau.

“Satunya kita bebaskan,” katanya.

Sendi menyebutkan, kelimanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perjudian dengan ancaman minimal lima tahun kurungan.

“Jadi kita tidak bisa berikan inisial dan menyebut nama pekerjaan yang bersangkutan,” kilah perwira dengan tiga balok di pundaknya ini.

Sementara itu, Direktur Pusppaham Sultra Saipin menilai harus ada revormasi moral di lingkup penyelenggara pemilu. Ditangkapnya tiga komisioner dan satu anggota dewan, kata dia, menunjukan betapa bobroknya penyelenggara negara.

“Mereka itu harusnya jadi contoh. Kan mereka adalah pejabat publik. Ini sudah jelas melanggar norma di masyarakat dan pantas dikenakan hukuman pidana,” terang Saipin.

Saipin menambahkan, dari sisi hukum maupun etika harus dipertanggungjawabkan oleh keduanya. KPU Sultra, pinta Saipin segera mengevaluasi seluruh penyelenggara di bawahnya.

“Harus diberhentikan dari jabatannya sebagai komisioner. Ini telah merusak wibawa lembaga. Kami sangat menyesalkan pejabat publik sifat dan prilakunya seperti itu,” katanya khawatir. (cr1)

Click to comment
To Top