Tahapan Pilkada Serentak Dihentikan – Berita Kota Kendari
Suksesi

Tahapan Pilkada Serentak Dihentikan

#KPU Prediksi Pilkada 2016
#Dimungkinkan 11 Daerah Ikut Serta

KENDARI, BKK – Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 dihentikan sementara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keputusan ini, berdasarkan rekomendasi yang diambil dari hasil rapat dengar pendapat antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, KPU, dan badan pengawas pemilu (bawaslu) pada 22 Januari 2015 lalu.

Tahapan Pilkada

Tahapan Pilkada

Informasi ini juga dibenarkan Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatullah, Senin (26/1). Menurut Hidayatullah, penghentian sementara tahapan ini, menyusul adanya revisi terbatas peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) direncanakan pada 18 Februari 2015.

“Sampai saat ini, tahapan sementara terhenti dulu. Semua tidak melaksanakan tahapan dulu. Sambil menunggu revisi dan masa sidang kedua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebelum reses,” terang Hidayatullah.

Sehingga, lanjut dia, baik KPU maupun badan pengawas pemilu (bawaslu) untuk sementara tidak merancang aturan sambil menunggu keputusan hasil revisi oleh wakil rakyat dan pemerintah pusat.

“Setelah sudah ada hasil revisi, maka KPU sudah bisa menetapkan PKPU atau atauran lain mengenai pilkada,” ujarnya.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra ini menambahkan, terdapat beberapa hal krusial dalam perppu sehingga dilakukan revisi. Salah satunya, sebut dia, pasal mengenai pemberlakuan uji publik dan pengunduran jadwal tahapan pilkada serentak.

“Dalam rekomendasi itul, akan dibuat jadwal yang lebih pendek dan sederhana,” katanya.

Bersamaan rencana revisi ini, lanjut Dayat, KPU RI mengusulkan agar kluster pilkada diubah. Pertimbanganya, alas dia, untuk mengefisienkan waktu KPU mempersiapkan tahapan. Sebelumnya, tahapan pilkada serentak dibagi atas tiga kluster, pertama pada 2015, berikutnya 2018 dan terakhir 2020.

Dalam usulan KPU terbaru, lanjut dia, pilkada dilaksanakan pada 2016 untuk kluster pertama, kluster kedua dimajukan pada 2017 dan terakhir pilkada nasional serentak seluruh Indonesia dijadwalkan pada 2021.

“Untuk 2016 itu dilaksanakan pemungutan suara. Tapi, untuk tahapan sudah dimulai pada 2015,” katanya.

Dayat menambahkan, kluster kedua sengaja dimajukan pada 2017, karena tahun 2018 tahapan pemilihan umum (pemilu) serentak antara pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) sudah dimulai untuk pencoblosan pada tahun 2019.

“Hal ini berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dilaksanakan pemilihan umum (pemilu) serentak,” alasnya.

Atas perubahan kluster ini, tambah dia, dimungkinkan akan ada penambahan daerah yang akan diikutkan pilkada 2016 itu pun jika usulan tersebut diamini oleh DPR RI dan pemerintah dalam revisi terbatas nantinya. Delapan daerah sebelumnya, Buton Utara, Konawe Selatan, Muna, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Buton Tengah, Buton Selatan, Muna Barat sudah dipastikan ikut kluster pertama.

Tiga daerah yang akan ditambahkan dalam usulan reivis adalah Bombana yang akhir masa jabatannya 29 September 2016, Wakatobi berakhir 28 juni 2016, dan Konawe Utara pada 24 April 2016. Sehingga, total 11 kabupaten yang akan diikutkan dalam kluster pilkada 2016.

“Untuk Kolaka bisa saja 2021,” tuturnya. (cr1/c/lex)

Kluster usulan KPU pelaksanaan pilkada serentak

Kluster I Pilkada 2016 (akhir masa jabatan berakhir 2015 sampai 2016)
Kolaka Timur             22 april 2015
Buton Utara             10 Juni 2015
Konawe Selatan         12 Agustus 2015
Muna                 16 September 2015
Konawe Kepulauan         23 Oktober 2015
Konawe Utara             24 April 2016
Wakatobi             28 Juni 2016
Bombana             29 September 2016
Muna Barat             9 Oktober 2015
Buton Tengah             9 Oktober 2015
Buton Selatan             9 Okteober 2015

Kluster II Pilkada 2017 (akhir masa jabatan 2017 sampai 2018)
Kolaka Utara             27 Juni 2017
Buton                 18 Agustus 2017
Kota Kendari             8 Oktober 2017
Kota Baubau             30 Januari 2018
Provinsi Sultra             18 Februari 2018
Konawe             17 Juni 2018

Kluster III pilkada 2021 (akhir masa jabatan 2020)
Kolaka                 2020

Click to comment
To Top