Pengawasan Lemah, Retribusi Kelapa Sawit “Melayang” – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pengawasan Lemah, Retribusi Kelapa Sawit “Melayang”

RAHA,BKK – Entah apa yang dilakukan Pemkab Muna khususnya Dinas Pertanian Dan Perkebunan Pemkab Muna. Pasalnya hingga sekarang Pemkab Muna mengklaim tidak tahu jika ada kebun kelapa sawit ribuan hektar di Muna. Padahal saat ini kebun kelapa sawit yang berada di kecamatan  Kabangka itu sudah produksi. Ironisnya truk truk pengangkut sawit hilir mudik melintas di Kabupaten Muna, tanpa pernah dipungut retribusinya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Keberadaan perkebunan kelapa sawit tersebut diketahui setelah kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Guntur Dano menungkapkannya kemarin di komisi III DPRD Muna.  ” Kita baru tahu ada aktifitas perkebunan kelapa sawit di Muna yaitu  di Kecamatan Kabangka. Disana masyarakat sudah menanamnya lima tahun lalu, saat ini sudah produksi,” jelas  Guntur Dano dihadapan Komisi III DPRD Muna, Sabtu (24/1) .

Guntur Dano juga menjelaskan  bahwa masyarakat sudah memasarkan sawit asal Muna ke daerah lain yaitu Kabupaten Kolaka. “Setiap dua minggu mereka mengangkut sawit ke Kolaka bertrek-trek,  Sekali jalan mereka  mengangkut hingga 20 ton kelapa sawit tanpa dipungut retribusi hasil bumi. Kalau saya estimasikan kita kehilangan PAD  sekitar  Rp 40 juta perbulan,”urainya.

Lebih jauh  Guntur meminta dukungan dari DPRD  Muna, khususnya Komisi III  untuk mewujudkan kemudahan investasi bagi para investor di Muna. Dia juga  meminta agar setiap perizinan di Kabupaten Muna harus melewati PTSP. Tujuanya  untuk meminimalisir pungutan liar dan kebocoran PAD.

Menanggapi hal ini Ketua Komisi III DPRD Muna, Awaluddin SP merespon positif usulan Guntur  Dano. ” DPRD  akan mendukung proses perizinan satu pintu untuk mencegah kebocoran PAD serta menciptakan  pengelolaan perizinan di Muna  secara profesional,”jelas Ketua Komisi III DPRD Muna ini.  (K1)

Click to comment
To Top