Mantan Asisten II Pemkab Muna Terancam 20 Tahun Penjara – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mantan Asisten II Pemkab Muna Terancam 20 Tahun Penjara

#Zen Sparta Hadju Mengumpul Rp 390 Juta
#Kasusnya Satu Paket dengan La Irian

KENDARI, BKK – Mantan Asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Drs H Zen Sparta Hadju (65) terancam pidana 20 tahun penjara. Itu konsekuensi pasal yang dikenakan polisi dalam kasus turut bersama-sama melakukan perbuatan menerima hadiah atau janji dan memaksa sejumlah peserta Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kategori dua (K2) Kabupaten Muna 2013.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto melalui Kepala Subbidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Muhadi Walam SSos, Senin (26/1), kepada jurnalis koran ini.

Dalam surat perintah penahanan nomor Pil Sp. Han/2/I/2015/Ditreskrimsus itu, jajaran penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperoleh bukti yang cukup untuk kepentingan penyidikan. Tersangka di tahan karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak, atau menghilangkan barang bukti.

Perwira polisi dengan satu melati dipundak ini melanjutkan, tersangka dijerat pasal 11 atau pasal 12 huruf a dan atau pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan minimal satu tahun penjara.

Muhadi mengurai, penangkapan itu dipimpin langsung Inspektur Polisi Satu (Iptu) Hasanuddin SH MH Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Darul Aksa SH, dan Brigadir La Baria SH.

Zen yang juga mantan Kepala Dinas (Kadis) Sosila Muna ditangkap di rumahnya, Kelurahan Laende Kecamatan Katobu Kabupaten Muna pada Jumat (23/1) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Pada malam itu juga yang bersangkutan digelandang ke Mapolda Sultra dengan menggunakan kapal malam Raha-Kendari.

Kemudian, penyidik melakukan pemeriksaan intensif. Sabtu (24/1) sekitar pukul 15.30 Wita, Zen kemudian resmi dijebloskan ke jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sultra.

Penetapan tersangka kepada Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Muna itu karena diketahu bertemu dengan dengan beberapa orang pegawai honorer untuk mengumpulkan uang.

Dari pertemuan dengan beberapa CPNS itu, sambung dia, Zen berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 390 juta. Selanjutnya, uang tersebut diserahkan kepada Ikra yang kini juga telah di tangkap. Ikra merupakan adik tersangka Kamaruddin alias La Pato yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sultra.

“Dia bertemu dengan beberapa orang CPNS untuk mengumpulkan uang, dan uang yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 390 juta. Uang itu diserahkan sama Ikra,” beber Muhadi.

Diketahui, sebelumnya juga Tipikor Polda telah menahan mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muna La Irian, okmnum pegawai negeri sipil (PNS) BKD Muna La Sumala, dan Ikra. (cr2/c/iis)

To Top