Kasuistika

Hari Ini Polda Rencana Gelar Perkara Kasus Usman Rianse

KENDARI, BKK – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Drs Dul Alim MH menegaskan sangat serius mengusut tuntas kasus dugaan pungutan liar (pungli) uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Dikatakan, kasus UKT itu merupakan salah satu target penyelesaian kasus pada 2015.

“Kita sangat serius mengusut kasus UKT, karena sudah jadi target pada 2015 ini. Dan, kini kasusnya masih tetap kita dalami dan mengumpulkan bukti akurat,” tegas polisi yang akrab disapa Dul ini, kepada jurnalis Berita Kota Kendari (BKK) di ruang kerjanya, Senin (26/1).

Ia melanjutkan, dari keterangan semua saksi yang telah diperiksa kasus itu sementara mengarah ke Rektor UHO Prof Dr Ir H Usman Rianse MS. Karena, kata dia, yang mengambil keputusan pemberlakuan UKT itu adalah rektor.

Dul menambahkan, meskipun keterangan seluruh keterangan saksi telah mengarah pada rektor, namun pihknya masih akan melakukan gelar perkara yang direncanakan hari ini.

“Iyalah kita gelar besok (hari ini, red), kan hasil penyelidikan intinya mengarah ke rektor tetapi kita gelar dulu,” jelasnya.

Gelar pekara, sambung Dul, wajib dilakukan dalam segala penangan kasus untuk mengetahui sejauh mana hasil penyelidikan. Jika dalam gelar itu ada indikasi unsur melawan hukum pasti langsung ditingkatkan kepenyidikan.

Sebelumnya, selain telah memeriksa Wakil Rektor (WR) III Dr La Ode Ngkoemani, penyidik juga telah memeriksa tiga dekan, yakni Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Diberitakan, UKT yang dihitung berdasarkan penghasilan orangtua mahasiswa itu, seharusnya mulai diberlakukan pada 2013. Namun, pihak UHO langsung memberlakukan pada 2012 sebelum adanya keputusan yang sah dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Keputusan Menteri baru turun pada 2013.

Atas dasar itu, penyidik menduga pihak UHO telah menyalahi kewenangan atas pemberlakukan UKT. Menurut polisi, UHO tidak tunduk pada aturan yang berada di atasnya. (cr2/c/iis)

To Top