Headline

Diperiksa Jaksa, Kadis Nakertrans Mangkir

RAHA, BKK – Sepertinya sudah menjadi sebuah fenomena bagi para penjabat yang diduga terlibat kasus korupsi setiap dipanggil penegak hukum, beralasan sakit dan mangkir. Fenomena ini juga terjadi di Kabupaten Muna. Senin ( 26/1) Kadis Nakrertrans Kabupaten Muna Muh, Saefuddin SP juga mangkir saat dipanggil penyidik kejaksaan Negeri (Kejari) Raha.

Padahal selaku  KPA proyek pengadaan jadup yang terindikasi merugikan negara sekitar Rp 200 juta tahun 2012 ini, Kadis Nakertrans Kabupaten Muna ini, seharusnya menjalani pemeriksaan di Kejari Raha.

“Kadis Nakertrans Muna Muh. Saefuddin tidak memenuhi panggilsan kita hari ini. Informasi yang kami terima dari keluarganya, katanya Pak Saefuddin berada diluar daerah, urusan dinas. Ada 2 kadis Nakertrsans yaitu La Muda Rongga (mantan kadis) dan Muh. Saefuddin yang kita periksa dalam kasus dugaan korupsi proyek jadup,”  terang Kajari Raha Drs Chandra Yahya Wello SH melalui Kasi Intel  Kejari Raha La Ode Musril SH pada koran ini kemarin.

Meskipun sang kadis mangkir, namun pemeriksaan tetap berjalan terhadap pihak oihak lainnya. “Masalah kadis Nakertrans, akan kita panggil kembali. Namun demikian, peneriksaan terhadap pihak lainnya tetap berjalan. Setiap hari ada oemeriksaan kasus jadup dan PU di sini ( Kejari Raha red). Bahkan Rabu pekan ini mantan Kadis Nakertrans Drs La Muda Rongga akan kita periksa. Sedangkan besok panitia penerima pemeriksaan barang proyek jadup, yang kita periksa.  Kalau PU hari ini kita periksa pihak free lance 2 orang,” tambah  Musril.

Dijelaskannya,  hari ini tim penyelidik kasus dugaan korupsi jadup dan tim penyidik kasus dugaan korupsi proyek desaign di PU Muna, akan menggelsar evaluasi. “Kita akan gelar evaluasi hari ini terkait kesimpulan pemeriksaan kita selama 2 pekan ini. Apakah sudah cukup bukti untuk kasus jadup ditingkatkan ke penyidikan. Kalau cukup bukti, ya pasti ada tersangkanya, begitu juga sebaliknya. Kalau PU memang sudah penyidikan, tersangkanya sudah ada mantan Kadis PU Yamin Imran,” pungkas salah seorang Jaksa senior di Kejari Raha ini. (k1/b/lex)

To Top