Feature

Jabatan Seumur Jagung, Prestasi Sudah Segudang

Meski belum genap tiga bulan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robby Topan Manusiwa SIK, namun ia telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku beberapa kasus menonjol yang terjadi di Kota Kendari.

La Ode Kasman Angkosono, Kendari

[dropcap]B[/dropcap]agi alumni Akpol 2004 ini, menjabat sebagai Kasatreskrim mempunyai tantangan tersendiri dibanding jabatan lainnya. Di sini, polisi dituntu harus bisa mengungkap, menangkap, maupun mencegah terjadinya kriminal.

Keberhasilan pria yang akrab disapa Robby ini tidak lepas dari kenerja anak buahnya yang selalu berperan penting di lapangan, baik itu jajaran buru sergap (buser) maupun jajaran intelkam, yang menjadi penopang pengungkapan beberapa kasus menonjol.

Misal, kasus jambret, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan kasus pembunuhan. Meski garang mengungkap beberapa kasus kriminal, namun pria kelahiran 28 Maret 1982 ini, selalu akrab dengan sejumlah wartawan yang selalu meminta konfirmasi ataupun informasi darinya.

Menurut dia, keberhasilan yang diraihnya itu belum apa-apa, kerena perjalan kedepan masih panjang. Ia mengaku tidak punya kiat-kiat khusus dalam sukses mengungkap kasus-kasus yang meresahkan warga Kota Kendari itu.

“Selalu berusaha, bekerja keras, dan mengandalkan Tuhan dalam melaksanaan pekerjaan,” katanya. Dengan begitu, kata dia, sesulit apapun pekerjaan jika dilakukan dengan ikhlas, kerja keras, dan mengandalkan Tuhan maka yakin dan percaya pekerjaan itu akan senantiasa berhasil.

“Kemudian ada pengawasan serta pengendalian anggota dilapangan terutama unit buser dan intelkam,” ujar pria yang hobi main basket ini.

Dengan prinsip kerja seperti itu, tak heran jika sejumlah jabatan penting ia telah lewati, sejak bertugas di Jambi. Ia pernah menjabat Kepala Satun Narkoba (Kasatnarkoba) Polres Tanjung Jabung Barat, Kasatnarkoba serta Kasatreskrim Polres Tanjung Jabung Timur.

Sebelum itu, Robby juga pernah menjabat sebagai kepala kepolisian sektor (kapolsek) sebanyak tiga kali yakni Kapolsek Betara, Kapolsek Pipa Panjang, dan Kapolsek Tungkal Ilir.

Pria ini memang sejak kecil bercita-cita jadi polisi. Sebab itu, ketika cukup umur, ia mengikuti tes pada Akademi Kepolisian (Akpol) di Jambi. Lulus tahun 2004, ia mendapat penempatan tugas pertama sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Polres Jambi.

Jabatan sebagai Kasatreskrim menurutnya sangat menantang, selain bekerja untuk mengungkap dan menangkap para pelaku kejahatan, bertugas di reskrim sangat berkesan.

Apalagi bila berhasil mengungkap kasus dan menangkap pelakunya, hal itu merupakan momen yang paling menyenangkan dan menyimpan pengalaman penting buat anggota reskrim.

“Kesannya ya, kalau kita berhasil mengungkap kasus kejahatan dan menangkap pelakunya, anggota reskrim pasti senang,” imbuhnya.

Setiap kali ada kejadian, terutama yang melibatkan kasus kriminal di Kota Kendari, pengganti Agung Basuki ini selalu dijumpai di tempat kejadian perkara. (*)

To Top