Tujuh Calon Ketua Kadin Bersaing  – Berita Kota Kendari
Suksesi

Tujuh Calon Ketua Kadin Bersaing 

* Peran Kadin Sultra Belum Maksimal

KENDARI, BKK – Peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum maksimal khususnya perannya terhadap pengembangan usaha kecil menengah (UKM).

Hal ini diungkapkan, Sekretaris Panitia Musyawarah ke-VI Kadin Sultra Agus Yusuf, Kamis (15/1). Menurut dia, kepemimpinan Heri Asiku yang menakhodai organisasi para pengusaha ini menjadi penyebab Kadin Sultra belum berperan maksimal di masyarakat.

“Kita akui, tanggung jawab terhadap usaha kecil tidak maksimal. Nanti, setelah kepengurusan baru, kita data seluruh pengusaha kecil di Sultra dan akan keluarkan sertifikat kartu tanda anggota,” terangnya usai pembukaan Musyawarah Kadin di sekretariat sementara di Mandonga.

Selain kepemimpinan Heri Asiku, sorot Agus, organisasi pengusaha yang diakui negara ini belum memiliki sekretariat permanen di Sultra. Padahal, perkumpulan ini sudah berdiri sejak lama.

“Makanya, kami inginkan ke depan setelah musyawarah ini ketua Kadin Sultra yang baru bisa bergerak cepat. Agar, kinerja Kadin terlihat di Sultra,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia musyawarah M Saleh mengaku, pemilihan ketua Kadin yang baru untuk melakukan perubahan kinerja dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

“Selanjutnya, dalam rapat kerja nanti kita akan hasilkan buah pikiran yang lebih berkualitas untuk membangun organisasi ini lebih bermanfaat bagi daerah dan masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, stering comitte musyawarah ke VI Kadin Sultra, Bandung L mengaku, sudah ada dua nama yang dipastikan memperebutkan kursi ketua. Adalah Jabir Uksin dan Mandi. Sebelumnya, lajut dia, panitia menjaring tujuh orang yang mendaftar sebagai calon.

Yakni, Hasran Lahama, Asmawati, Anton Timbang, M Saleh, Jabir Uksin, Akhmad Al Jufri dan Mandi. Hanya, saja, lanjut dia, dari tujuh nama tersebut, hanya tiga orang yang mengembalikan berkas.

“Akhmad Al Jufri, Jabir Uksin dan Mandi yang mengembalikan berkas,” katanya.

Setelah itu, urai dia, formatur menyeleksi tiga nama dengan mempertimbangkan syarat-syarat sebagai Ketua Kadin Sultra. Dalam tahapan ini, Akhmad Al Jufri terganjal dengan anggaran dan anggaran dasar rumah tangga (AD/ART) organisasi sehingga tidak bisa ikut dalam pencalonan terakhir.

“Syaratnya, memiliki kartu tanda anggota minimal tiga tahun berturut-turut sebagai pengurus di berbagai tingkatan. Selain itu, harus memiliki dukungan dari anggota. Sehingga, dari seleksi ini yang bertahan sisa dua yang memenuhi syarat, Jabir Uksin dan Mandi,” bebernya.

Selanjutnya, dua nama ini diserahkan kepada pimpinan sidang untuk dilakukan pemilihan. Baik dari Jabir Uksin maupun Mandi, akan memperebutkan 53 suara dari 13 kabupaten kota, provinsi dan perwakilan asosiasi pengusaha lainnya. (cr1/c/lex)

Click to comment
To Top