Lingkar Sultra

Kemenag Sultra Tekankan Displin Pegawai

Unaaha, BKK – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, H Muhammad Ali Irfan menekankan kepada seluruh staf maupun pejabat eselon di lingkup Kemenag untuk tetap konsisten dengan disipilin . Hal itu dikatakan saat melakukan kujungan kerja di Kemenag Kabupaten Konawe, Kamis (15/1).

Dikatakan, berdasarkan pantauannya selama ini sejumlah pagawai lingkup kemenag kurang memperhatikan tugas dan tanggungjawabnya, utamanya dalam bidang disiplin pegawai itu sendiri.

“Ini kunjungan perdana saya di Kemenag Konawe selama menjabat,”tuturnya.

Menurutnya, sudah menjadi kewajibannya untuk menata sistem kerja bawahannya. Dan bukan saja di Konawe, tetapi seluruh kabupaten/Kota di Sultra.

Hal yang paling urgen untuk dibenahi yakni kebiasaan para pegawai yang datang terlambat dan pulang lebih awal. sehingga hal tersebut pula tidak dapat lagi ditolerir, dan dia mengaku tidak akan main-main untuk menindaki oknum pegawai tersebut.

Dia juga mengaku sudah menyusun Satuan Operasional Prosedur (SOP) sebagai tolak ukur kerja para pegawai. Dan hal ini merupakan pertama kali dilakukan.

Sistem absensi kehadiran tidak saja dilakukan melalui absensi elektornik. Tetapi juga disediakan manual. Bagi staf langsung mengisi asbsen di ruangan kepala bidang (Kabid)-nya , sementara kabid itu mengisi langsung di ruang kerja Kepala Kemenag setempat.

Sedangkan untuk pejabat eselon bakalan dilakukan rapat pejabat setiap tahun untuk mengevaluasi kinerja. Selain itupula dilakukan evaluasi uji kopetensi. Bagi mereka yang dianggap tidak lagi produktif, tidak ada alasan, kata dia, siap-siap untuk meninggalkan jabatannya.

Selain itu, agenda kunjungan kerjanya dapat melihat secara langsung kondisi ril perangkat kerja di tingkat kabupaten/ kota, sekaligus menyerap aspirasi (pengaduan) prioritas oleh masyarakat yang dilakukan dengan metode tanya-jawab. Dan hal yang paling banyak menjadi problem di tingkat masyarakat yakni soal penyuluh agama.

Penyuluh agama yang paling banyak dibicarakan. Pasalnya perekrutan penyuluh agama yang banyak dianggap kolusi dan ini hampir terjadi di seluruh wilayah Sultra.

Tetapi sebelum Kemenag sultra mengeluarkan kebijakan tentang uji kopetensi oleh para penyuluh agama, lebih dulu Kemenag Konawe telah melakukan.

Beberapa terakhir ini, Kemenag Konawe cenderung ketat menyeleksi para penyuluh agama.

Untuk kuota tahun ini di Konawe membuka peluang bagi penyuluh agama sebanyak 146 orang yang akan disebar di desa/ kelurahan.

Sistem perekrutan dibagi 7 zona, dimana 1 zona digabung 3 kecamatan, diantaranya yang baru-baru ini dilaksanakan yakni Uepai, Lambuya, Soripia. Kemudian Abuki, Tongauna dan Latoma. Selanjutnya Wawotobi, Wonggeduku dan Pondidaha. Dan terakhir nanti di Wawonii.

Seluruh peserta akan dirangking sesuai dengan tingkat nilai yang diperoleh calon penyuluh agama bersangkutan.

“Sedangkan distribusi tenaga penyuluh tergantung tingkat kebutuhan di daerah yang dituju,”jelasnya. (k3/b/lex)

To Top