Polemik Mobil Alphard Syarat Politik – Berita Kota Kendari
Headline

Polemik Mobil Alphard Syarat Politik

Unaaha, BKK – Dugaan gratifikasi kendaraan mobil dinas mewah merek Toyota Alphard oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa semakin marak dibicarakan publik. pasalnya tuntutan publik semakin mengarah ke orang nomor satu di Konawe itu untuk segera meninggalkan jabatannya.

Tetapi hal itu ditanggapi lain Ketua DPRD kabupaten Konawe, Gusli Topan Sabara. Sebagai politisi dia menganggap tuntutan itu merupakan opini klise untuk menjatuhkan citra pemerintah saat ini.

Dikatakan, isu alphard terlalu politis. Bahkan politisi PAN ini menganggap remeh isu alphart hanya sebagai syarat politik saja. Siapa yang mengambil untung dari riak-riak kecil itu, dia masih enggan menyebutnya.

“Kita sudah berulang-ulang kali mengklarifikasi ke publik, tetapi belum juga dipahami,dan ini seharusnya menjadi tugas Humas Pemda untuk menjelaskan ke publik,”katanya saat ditemui di ruang kerja.

Berkaitan dengan aset. Selama ini administrasi pengelolaan aset di Kabupaten Konawe memang buruk. Dan Alphard merupakan contoh yang paling terkecil. Masih ada beberapa aset yang saat ini belum jelas kepemilikannya, dan hal itu tidak diselesaikan oleh pejabat sebelumnya. Tetapi ironisnya, mengapa hanya alphard,?

Memang, kata dia, selama ini banyak sorotan publik soal kendaraan dinas tersebut yang disinyalir telah menjadi kendaraan pribadi. Tetapi itu tidak benar, lanjut dia. Pasalnya dalam audit BPK belum lama ini, kendaraan tersebut masih tercatat sebagai aset daerah.
Hanya saja statusnya saat ini berbeda, sebelumnya diperuntukan untuk Ketua DPRD, tetapi sekarang dinaikan statusnya menjadi kendaraan operasional bupati.

Dan hal itu tidak perlu menjadi polemik. Karena pada intinya masih dalam aset pemerintah, bukan pribadi.

Dengan itu, pihaknya telah berkoordinasi kepada Pemda setempat untuk kembali ‘menyisir kutu’ seluruh aset, termasuk aset yang belum jelas kepemilikannya.

“Pemerintah sekarang ini memang sedang menata kembali sistem pendataan aset kita. Apalagi Pemkab 2015 ini menargetkan WTP,”tuturnya.

Dia menambhakan, untuk kendaraan dinas operasional bupati, Kery Saiful Konggoasa berjumlah dua unit.

Jenis toyota hilux ber DT 1 A merupakan kendaraan yang hari-hari digunakan dalam urusan kedinasan karena jarak tempuh yang dapat melintasi seluruh wilayah Kabupaten Konawe, termasuk daerah yang medannya sukar dijangkau (pelosok desa), seperti Abuki, Latoma dan Routa.

Sedangkan toyota alphard bernomor polisi DT 1 KR itu khusus untuk menjemput tamu pejabat negara, seperti menteri yang hendak bertandang ke Konawe. Sehingga kendaraan tersebut stamplas di Kota Kendari, tempatnya di rumah pribadi bupati sendiri.

Humas Pemkab Lalai

Ketua DPRD Kabupaten Konawe, Gusli Topan Sabara menilai Kabag Humas Pemda Konawe, Amerudin lalai menjalankan tugasnya sebagai juru bicara pemerintah. Pasalanya dalam setiap urusan informasi sedinya menjadi pintu pertama corong pemerintah.

“Humas itu perlu kecakapan yang memadai, berdedikasi tinggi dan minat serta perhatian yang besar, contohnya seperti masalah ini, seharusnya ini menjadi tupoksi dia untuk mengklarifikasi masalah publik,” tuturnya. (k3/c/lex).

To Top