Nasib Guru Honorer Bergantung Sekolah – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Nasib Guru Honorer Bergantung Sekolah

KENDARI, BKK – Meski tiap tahun dilakukan penerimaan CPNS, namun kebutuhan guru masih saja belum terpenuhi. Guru honor di sekolah masih saja ada. Walaupun jumlah mereka tak sebanding PNS, namun tetap saja nasib mereka bergantung pada pihak sekolah.

Di SMAN 5 Kendari misalnya, jumlah guru honor sebanyak 11 orang. Tujuh orang diantaranya memegang SK dari Pemerintah Kota Kendari, sedangkan empat lainnya diangkat oleh kepala sekolah. Mereka dikontrak untuk mengajar bidang studi Muatan Lokal (Mulok), Penjaskes, Biologi, dan Sejarah.

Kepala SMAN 5 Kendari, Ishak Pawai kepada media ini mengaku mengangkat guru honor untuk memenuhi kekurangan guru mata pelajaran di sekolahnya. Sebab beberapa bidang studi tidak ada gurunya.

“Honor untuk guru honorer kami, diambilkan dari partisipasi orangtua siswa setiap bulan,” terang Ishak, saat ditemui di sekolahnya, Senin (5/1).

Secara terpisah, Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Muhidin yang dikonfirmasi mengatakan, mengenai pengangkatan guru honor pihaknya hanya mengikuti permintaan sekolah. Begitu pula permintaan guru untuk memenuhi kekurangan tenaga pegajar di sekolah.

Kata dia, pihak sekolah mengusulkan permintaan guru ke Dikbud. Selanjutnya disampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mendatangkannya di sekolah yang kekurangan.

“Untuk gaji, kalau SK-nya dari Pemkot berarti gajinya dari Pemkot. Tapi kalau SK dari sekolah, ya itu kebijakan sekolah, dan itu tidak memberatkan sekolah, kembali lagi pada sekolah masing-masing,” kata Muhidin.

Salah seorang guru honorer yang ditemui media ini dan meminta namanya tidak dikorankan demi kelanjutan profesinya, mengaku menerima honor tiap tiga bulan sekali sejumlah Rp 600 ribu per triwulan. Meski kecil, dia mengaku bersyukur namun tetap berharap diberi gaji tetap oleh pemerintah jika belum dapat diangkat jadi PNS. (p11/b/jie)

Click to comment
To Top