Mahasiswa Tolak Kebijakan Rektor UHO – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Mahasiswa Tolak Kebijakan Rektor UHO

KENDARI, BKK – Belum tuntas dengan persoalan kasus Drop Out (DO) mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang disinyalir melanggar aturan yang ada, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sultra lagi-lagi disuguhi kasus dari Perguruan Tinggi Negeri terbesar Sultra itu.

Kali ini, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan menolak kebijakan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara yang menggabungkan jurusan mereka kedalam Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian (FTIP) yang baru terbentuk.

Koordinator mahasiswa, Edi Asis, Senin (5/1), mengatakan, kebijakan Rektor UHO, yang menggabungkan Jurusan Teknologi Hasil Perikanan yang sebelumnya berada di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan kedalam FTIP mendapat penolakan dari mahasiswa sebab konsentrasi keilmuan antara bidang perikanan dan pertanian sangat berbeda.

“Dengan alasan itu kami datang ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Sultra untuk melaporkan masalah yang kami hadapi, karena sampai saat ini kami belum mengikuti final,” ujarnya.

Ia menambahkan, rumpun ilmu pertanian dan perikanan sangat berbeda, dimana kedua keilmuan itu memiliki masing-masing ilmu tersendiri dan tidak bisa digabung.

Menurutnya, Pihak UHO telah mengesampingkan pilihan mereka pada saat pertama kali masuk keperguruan tinggi tersebut dimana telah memilih Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan bukan pertanian. Selain itu, mahasiswa tersebut juga mempertanyakan gelar setelah masa studi mereka selesai nantinya.

Mahasiswa tersebut menilai, kebijakan yang dilakukan oleh Rektor UHO, sangat bertentangan dengan semangat reformasi dunia pendidikan.

Sementara itu, Kepala ORI perwakilan Sultra, Aksah, yang menerima laporan mahasiswa tersebut, mengatakan laporan dari mahasiswa program studi Teknologi hasil perikanan tersebut akan ditindaklajuti.

“Kami sudah menerima laporannya dan akan mendalaminya, saat ini kami sudah melayangkan surat kepada pihak UHO, semoga dalam waktu satu atau dua hari ini surat tersebut sudah ada balasannya,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa masalah tersebut harus segera dituntaskan agar para mahasiswa dapat kembali mengikuti proses perkuliahan.

ORI Perwakilan Sultra berharap agar pihak UHO dapat segera memberi klarifikasi terhadap masalah tersebut agar ada kejelasan sehingga masalahnya dapat diselesaikan. (ant)

Click to comment
To Top