Arena

KONI Sultra Agendakan Musprov April 2015

KENDARI, BKK – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadwalkan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada April 2015.

Sekretaris Umum KONI Sultra Eryckson Ludji, Minggu (4/1), mengatakan, agenda utama Musprov adalah pemilihan ketua umum KONI empat tahun ke depan.

“Dalam Musprov tersebut juga mengagendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus KONI dibawah kepemimpinan Nur Alam yang juga Gubernur Sultra,” kata Eryckson.

Saat ini, pengurus KONI Sultra sedang mempersiapkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2010-2014 dan hal-hal teknis lainnya.

Periode kepengurusan KONI Sultra purna bakti April 2014 yang lalu namun KONI Pusat memperpanjang kepengurusan berkenaan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang baru saja diselenggarakan Desember 2015 di Kabupaten Buton Utara.

“Perpanjangan waktu pengurus selama satu tahun (April 2014 hingga April 2015–red) tidak melanggar aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) KONI,” ujarnya.

Dua momentum penting masa kepengurusan 2010-2014, yakni keikutsertaan atlet-atlet Sultra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Pekan Baru, Riau, dan menyelenggarakan Porprov Sultra XII Desember 2014 di Kabupaten Buton Utara.

“Pengurus mengakui bahwa capaian prestasi dan kinerja satu periode kepengurusan masih jauh dari harapan pemerintah daerah, DPRD dan pecinta olahraga daerah ini,” tambah Eryckson.

Oleh karena itu, pengurus KONI Sultra di masa mendatang menjadikan pelajaran berharga atas kelemahan pengurus masa lalu menuju terwujudnya prestasi dan prestise yang lebih baik.

Nur Alam memimpin KONI Sultra selama dua periode yakni tahun 2006-2010 dan 2010-2014.
Penggiat olahraga Sultra, Soetoyo Lenohingide mengatakan siapa pun figur yang diinginkan menjadi pimpinan KONI Sultra diharapkan memiliki dedikasi dan loyalitas terhadap pembangunan olahraga daerah ini.

“Sebagai pengurus cabang olahraga mengharapkan figur yang benar-benar mau mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi untuk pembinaan atlet. Jangan jadikan organisasi olahraga untuk mencari popularitas,” kata Soetoyo yang juga Ketua balap sepeda Sultra. (ant)

To Top