Kecewa Dengan Kasek, Ruang Kerja Disegel – Berita Kota Kendari
Headline

Kecewa Dengan Kasek, Ruang Kerja Disegel

RAHA, BKK – Ini pelajaran bagi kepala sekolah, agar tidak main hakim sendiri dan bertindak arogan di sekolah. Gara gara “menyengol” kaki seorang murid Rahmat Sabrani, ruang kerja Kasek SDN 19 Katobu Sarfen Tao disegel masyarakat dan orang tua murid. Aksi segel dengan menggembok ruang kerja sang kasek terjadi Senin ( 5/1) pukul 6.30.

Langkah penyegelan ruang kerja milik Sarpen Tao SPdsd itu disebabkan, kejengkelen sejumlah orang tua murid yang menilai, kasek Sarpen bertindak arogan, kepada anak muridnya dan salah seorang oknum guru.

Menurut perwakilan koalisi orang tua murid, Fajar, selama kepemimpinan Sarpen Tao di sekolah tersebut, menimbulkan banyak masalah. Kata Fajar sikap arogan yang ditunjukan Sarpen kepada Wa Apo, salah seorang guru yang diusirnya kala sedang mengajar di kelas 3. Akibatnya, kini Wa Apo, sudah dua minggu tidak masuk mengajar dan memilih berkantor di UPTD Pendidikan Katobu.

“Pantaskah kasek, mengeluarkan kata-kata yang kasar kepada gurunya didepan murid-murid?, ” kata Fajar kemarin.

Sementara itu orang tua murid Rahmat Sabrani, Sabran Sadin mengatakan kaki anaknya ditendang oleh Kasek Sarfen Tao. “Kata Kasek Safen Tao anak saya nakal dikelasnya. Mendengar info itu saya langsung kordinasi dengan Kasek Sarfen Tao. Tapi anehnya justru anak saya dikelaurkan dari sekolah. Akhirnya anak saya Rahmat Sabrani saya pindahkan dsekolah lain. Anehnya hingga sekarang anak saya tidak pernah ada masalah disekolah ,” jelas. Sabran Sadin kemarin di SDN 19 Katobu.

Aksi segel sekolah oleh orang tua murid dan masyarakat ini akhirnya berujung ke Diknas Muna. Dihadapan Kadis Diknas La Ode Ndibale, Kasek Sarfen Tao terlihat membela diri dan menbantah tuduhan para guru dan orag tua murid. Katanya dia tidak memperlakukan kasar Rahmat Sabrani. Namun dia tidak membantah jika sempat “menyentuhl” kaki murid kelas 4 SD itu.

“Saya tidak pernah keluarkan Rahmat Sabrani. Silahkan cek di SDN 8. Apa ada surat pindahnya. Cuma rapot yang ada. Anak itu memang nakal. Tapi selalu saya nasehati. Memang saya sempat “sentuh” kakinya. Kalau masalah guru Wa Apo, dia sering tidak masuk sekolah tanpa alasan atau izin. Memang sertifikasi sempat saya tahan satu bulan, karena jerang mengajar. Tapi dua bulannya dibayarkan. Ini bukan maunya saya, tapi aturan yang harus kita ikuti,” terang Safen Tao.

Mendengar penjelasan prokontra idan saling kalim pembenaran itu, Kadis Diknas Muna Drs. Ndibale menghimau agar semua pihak yang terlibat dalam masalah ini menahan diri dan saling mengayomi agar masalah ini selesai.

“Jadi guru itu memang sulit, mundur kena, maju kena, Tapi demi anak bangsa, kita harus korbankan diri kita untuk pendidikan. Memang tantangan menjadi guru itu sulitnya luar biasa. tantangan laur biasa..Padahal kita mau buat anak kita cerdas. Saya minta komite sekolah bisa menjadi fasilitasi jika ada hal hal seperti ini. Kalau masalah sertifikasi, ini memang peraturan yang harus kita ikuti. Kalau ada guru yang tidak mau diatur, jadi wiraswasta saja,” punngkas Kadis Diknas Muna ini dihadapan Kasek, pengawas, para guru di SDN 19 Katobu Raha ini. (k1/b/lex)

To Top