Keselamatan Penerbangan Tak Lepas dari Peran Cuaca – Berita Kota Kendari
Aneka

Keselamatan Penerbangan Tak Lepas dari Peran Cuaca

Banu Wijaya Yonas

cuacaDi zaman modern seperti sekarang ini, kecepatan, kemudahan serta efisiensi waktu untuk akses ke suatu tempat sepertinya sudah bergeser menjadi kebutuhan primer. Setiap menit waktu yang terbuang sia-sia akan berdampak kerugian materi terutama bagi orang yang bergerak di bidang bisnis dan perdagangan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut maka digunakanlah transportasi via udara yaitu pesawat terbang.

Ada 3 hal utama yang berperan dalam keselamatan transportasi udara yaitu, lingkungan atau cuaca, manusia, dan faktor teknis. Dalam upaya efisiensi dan keselamatan penerbangan selain harus memperhatikan kondisi sarana dan prasarana penerbangan serta kondisi pesawat terbang, cuaca selalu harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan.

Menilik sejarah kecelakaan pesawat selama dua dekade terakhir (1993-2013), dapat dipastikan paling tidak satu kecelakaan disebabkan karena cuaca buruk hingga bisa merenggut puluhan bahkan ratusan korban jiwa tiap tahunnya. Rentetan kecelakaan tersebut seolah menjadi pertanda bahwa peran cuaca dalam keselamatan transportasi udara tentulah penting. Laporan cuaca harus akurat, real time dan terpercaya sehingga dapat benar-benar bermafaat bagi keselamatan dan kenyamanan transportasi udara.
Di Indonesia, dalam hal ini BMKG, bertindak sebagai badan yang bertanggung jawab menginformasikan cuaca. Hal tersebut didasarkan UU No.31 tahun 2009. Tertera pada pasal 30 UU No. 31 tahun  2009 bahwa pemerintah melalui BMKG berkewajiban memberikan pelayanan informasi cuaca yang diantaranya adalah informasi cuaca penerbangan dimana informasi itu merupakan bagian dari informasi cuaca khusus yang dikeluarkan oleh BMKG (Meteorologi Penerbangan).

Informasi cuaca penerbangan yang dikeluarkan akan memeberikan informasi mengenai keadaaan cuaca di bandara khususnya runway yang akan memepengaruhi pesawat saat take off atau landing. Informasi tersebut akan diberikan ke pihak bandara(ATC) yang bertugas mengatur lalu lintas udara. Dengan adanya informasi cuaca yang real time, diharapkan pihak lalu lintas udara dan para penerbang dapat melakukan kontrol bahkan merencanakan penerbangan menggunakan prakiraan yang juga akan tersedia jika adanya permintaan dari pihak Maskapai penerbangan. Terutama jika adanya fenomena cuaca seperti badai Guntur, hujan yang akan mengurangi jarak pandang pilot dan membuat runway licin, angin kencang yang mempengaruhi kestabilan pesawat.

Tidak hanya informasi cuaca untuk kepentingan take off dan landing, informasi mengenai keadaan cuaca dengan lingkup lebih luas juga diperlukan. Tiap stasiun BMKG penerbangan wajib mengirimkan informasi cuaca daerah setempat dimana informasi cuaca tersebut akan diberikan kepada pesawat yang mengudara melalui pengatur lalu lintas udara(ATC).

Saat pesawat mengudara, gambaran keadaan cuaca di daerah yang dilewati tentunya dibutuhkan. Oleh karena itu, Unit ATC dan Kantor/Stasiun Meteorologi mempunyai tanggung jawab yang relatif sama yaitu memberikan informasi untuk penerbangan.  Dalam banyak hal Unit ATC dan Kantor/Stasiun Meteorologi yang berlokasi pada bandar udara yang sama, melayani pesawat udara, jalur penerbangan dan area yang sama. Untuk mencapai pelayanan yang terbaik diperlukan koordinasi antar kedua pihak.

BMKG selaku Badan Pemerintah yang memiliki wewenang untuk menyediakan pelayanan informasi cuaca resmi yang akurat dan terpercaya akan menyebarluaskan informasi cuaca untuk membantu keselamatan dan kenyamanan dalam hal transportasi udara, baik untuk penerbangan domestik maupun Internasional. Disamping itu, kerjasama yang baik antara pihak-pihak terkait dengan BMKG untuk memberikan informasi cuaca penerbangan akan turut membantu mewujudkan usaha pemerintah dalam menyediakan layanan penerbangan yang nyaman dan aman bagi masyarakat.(***)

Click to comment
To Top