Kontrak Dokter Kandungan Dihentikan – Berita Kota Kendari
Headline

Kontrak Dokter Kandungan Dihentikan

Rumbia, KP – Keberadaan dokter Spesialis Obstetri-Ginekologi (SpOG) di RSUD Bombana masih langka. Namun, rumah sakit plat merah itu malah menolak keberadaan dokter spesialis kandungan dan memberhentikan kontraknya. Alasan pihak rumah sakit cukup rasional jika menganggap dokter spesialis kandungan yang ada di Bombana saat ini, terbagi waktunya di daerah lain sehingga pelayanan yang diberikan cukup terbatas.dokter-kandunganDokter spesialis kandungan itu bernama dr Darmasanti SpOG. Darmasanti menilai, RSUD Bombana hanya bertindak sepihak dalam memutuskan hubungan kerja. Parahnya, penghentian masa kerja dokter Darmasanti Sp.Og, dilakukan hanya melalui telepon seluler.

“Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan mau diperpanjang atau tidak kontrak saya. Yang saya sesalkan, penyampaian pemberhentian kontrak saya yang dilakukan melalui telepon. Etikanya dimana?,” protes Darmasanti. Satu-satunya dokter spesialis kandungan di Bombana itu mengaku, pemberhentian kontraknya di RSUD Bombana disampaikan salah satu pegawai yang bertugas di bagian kepegawaian atas perintah Direktur RSUD Bombana, dr Nuraeni.

dr. Darmasanti tidak mengetahui pasti alasannya mengapa hingga kontraknya diputuskan lebih cepat. Namun ia menduga, ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama masalah pemberian obat-obat paten kepada pasien kandungan yang ditanganinya, serta yang kedua, akibat membagi pelayanan ilmunya di RSUD Bombana dan di Konsel.

Khusus untuk pemberian obat-obatan paten, Darmasanti mengakui hal itu. Namun dia menampik jika pemberian obat paten itu dipaksakan termasuk kepada pasien BPJS. “Saya tidak memaksakan pasien untuk membeli. Tapi bila mereka yang menginginkan sendiri saya tidak bisa menolak. Dan kondisi seperti ini saya serahkan ke bidan RSUD, karena mereka yang tahu persis kondisi pasien yang ditangani,” katanya.

Direktur RSUD Bombana, dr Nuraeni mengarakan, status kontrak dr Darmasanti, SpOG tidak lagi diperpanjang pasca berakhir 31 Desember nanti. “Bukan kami hentikan, tetapi kontraknya yang tidak diperpanjang lagi,” kata dokter Nuraeni.

Menurut dr Eni-sapaan akrab-dr Nuraeni, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan sehingga kontraknya tidak diperpanjang lagi. Namun dia tidak etis untuk menyampaikan secara detail. Yang jelas, keputusan untuk tidak memperpanjang masa kontrak dr Darmasanti, atas arahan dan pertimbangan dari ketua IDI sekaligus Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Bombana, dr Sunandar. “Mengenai alasan-alasan tidak diperpanjang ada berbagai macam penyebabnya. Untuk lebih jelasnya konfirmasi ke Kadis Kesehatan dan Ketua IDI serta Ketua Komite Medik RSUD Bombana,” ungkapnya. (nur)

To Top